<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Healthy n Spirit Live</title>
	<atom:link href="http://foodnature.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://foodnature.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2009 08:05:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='foodnature.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f1722bf7188ccd5e29be1f88d4ab402f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Healthy n Spirit Live</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://foodnature.wordpress.com/osd.xml" title="Healthy n Spirit Live" />
	<atom:link rel='hub' href='http://foodnature.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemanasan Global</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/17/pemanasan-global/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/17/pemanasan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 00:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/17/pemanasan-global/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=185&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global" target="_blank">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a></h3>
<p><strong>Pemanasan global</strong> adalah adanya proses peningkatan <a title="Suhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu">suhu</a> rata-rata <a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a>, <a title="Laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut">laut</a>, dan daratan <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a>.</p>
<p>Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °<a title="Celsius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius">C</a> (1.33 ± 0.32 °<a title="Fahrenheit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit">F</a>) selama seratus tahun terakhir. <em><a class="mw-redirect" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a></em> (IPCC) menyimpulkan bahwa, &#8220;sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi <a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca">gas-gas rumah kaca</a> akibat aktivitas manusia&#8221;<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0">[1]</a></sup> melalui <a title="Efek rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca">efek rumah kaca</a>. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara <a title="G8" href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8">G8</a>. Akan tetapi, masih terdapat beberapa <a title="Ilmuwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan">ilmuwan</a> yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.<span id="more-185"></span>Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.</p>
<p>Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.</p>
<p>Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.</p>
<ul style="display:block;">
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Penyebab_pemanasan_global"><span class="tocnumber">1</span> <span class="toctext">Penyebab pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_rumah_kaca"><span class="tocnumber">1.1</span> <span class="toctext">Efek rumah kaca</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_umpan_balik"><span class="tocnumber">1.2</span> <span class="toctext">Efek umpan balik</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Variasi_Matahari"><span class="tocnumber">1.3</span> <span class="toctext">Variasi Matahari</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Peternakan_.28konsumsi_daging.29"><span class="tocnumber">1.4</span> <span class="toctext">Peternakan (konsumsi daging)</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Mengukur_pemanasan_global"><span class="tocnumber">2</span> <span class="toctext">Mengukur pemanasan global</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Model_iklim"><span class="tocnumber">3</span> <span class="toctext">Model iklim</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Dampak_pemanasan_global"><span class="tocnumber">4</span> <span class="toctext">Dampak pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Iklim_Mulai_Tidak_Stabil"><span class="tocnumber">4.1</span> <span class="toctext">Iklim Mulai Tidak Stabil</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Peningkatan_Permukaan_Laut"><span class="tocnumber">4.2</span> <span class="toctext">Peningkatan Permukaan Laut</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Suhu_Global_Cenderung_Meningkat"><span class="tocnumber">4.3</span> <span class="toctext">Suhu Global Cenderung Meningkat</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Gangguan_Ekologis"><span class="tocnumber">4.4</span> <span class="toctext">Gangguan Ekologis</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Dampak_Sosial_Dan_Politik"><span class="tocnumber">4.5</span> <span class="toctext">Dampak Sosial Dan Politik</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Perdebatan_tentang_pemanasan_global"><span class="tocnumber">5</span> <span class="toctext">Perdebatan tentang pemanasan global</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pengendalian_pemanasan_global"><span class="tocnumber">6</span> <span class="toctext">Pengendalian pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Menghilangkan_karbon"><span class="tocnumber">6.1</span> <span class="toctext">Menghilangkan karbon</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Persetujuan_internasional"><span class="tocnumber">6.2</span> <span class="toctext">Persetujuan internasional</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Lihat_pula"><span class="tocnumber">7</span> <span class="toctext">Lihat pula</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Referensi"><span class="tocnumber">8</span> <span class="toctext">Referensi</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pranala_luar"><span class="tocnumber">9</span> <span class="toctext">Pranala luar</span></a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=185&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/17/pemanasan-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Rokok Bagi Kesehatan</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/bahaya-rokok-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/bahaya-rokok-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 09:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/bahaya-rokok-bagi-kesehatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=174&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.</p>
<p>Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.<br />
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).<span id="more-174"></span><br />
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.<br />
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.</p>
<p>http://one.indoskripsi.com/artikel-skripsi-tentang/bahaya-merokok</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=174&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/bahaya-rokok-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awas Bahaya Rokok!</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/awas-bahaya-rokok/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/awas-bahaya-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 09:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=164&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-172" title="rokok1" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/rokok1.jpg?w=500" alt="rokok1"   /><img class="aligncenter size-medium wp-image-166" title="anti-smoking-5142" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/anti-smoking-51423.jpg?w=202&#038;h=300" alt="anti-smoking-5142" width="202" height="300" /><img class="size-medium wp-image-169 aligncenter" title="rokok" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/rokok.jpg?w=300&#038;h=171" alt="rokok" width="300" height="171" /></p>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=164&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/08/awas-bahaya-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/rokok1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rokok1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/anti-smoking-51423.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">anti-smoking-5142</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/rokok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rokok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOMAT</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/tomat/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/tomat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 03:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Perdu semusim, berbatang lemah dan basah. Daunnya berbentuk segitiga. Bunganya berwarna kuning. Buahnya buah buni, hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Berbiji banyak, berbentuk bulat pipih, putih atau krem, kulit biji berbulu. Perbanyakan dengan biji kadang-kadang &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/tomat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=152&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Deskripsi<img class="alignright size-thumbnail wp-image-153" title="tomat" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/tomat.jpg?w=150&#038;h=139" alt="tomat" width="150" height="139" /></strong></p>
<p>Perdu semusim, berbatang lemah dan basah. Daunnya berbentuk segitiga. Bunganya berwarna kuning. Buahnya buah buni, hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Berbiji banyak, berbentuk bulat pipih, putih atau krem, kulit biji berbulu. Perbanyakan dengan biji kadang-kadang dengan setek batang cabang yang telah tua.</p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<p>Tomat termasuk sayuran buah yang sangat digemari. Banyak sekali penggunaan buah tomat, antara lain sebagai bumbu sayur, lalap, makanan yang diawetkan (saus tomat), buah segar, atau minuman (juice). Selain itu, buah tomat banyak mengandung vitamin A, Vitamin C, dan sedikit vitamin B.</p>
<p><span id="more-152"></span><br />
<strong>Syarat Tumbuh</strong></p>
<p>Tomat secara umum dapat ditanam di dataran rendah, medium, dan tinggi, tergantung varietasnya. Namun, kebanyakan varietas tomat hasilnya lebih memuaskan apabila ditanam di dataran tinggi yang sejuk dan kering sebab tomat tidak tahan panas terik dan hujan. Suhu optimal untuk pertumbuhannya adalah 23°C pada siang hari dan 17°C pada malam hari. Tanah yang dikehendaki adalah tanah bertekstur liat yang banyak mengandung pasir. Dan, akan lebih disukai bila tanah itu banyak mengandung humus, gembur, sarang, dan berdrainase baik. Sedangkan keasaman tanah yang ideal untuknya adalah netral, yaitu sekitar 6-7.</p>
<p><strong>Pedoman Budidaya</strong></p>
<p>BIBIT DAN PERSEMAIAN Bibit tomat dapat langsung diperoleh dari suplier atau disiapkan sendiri. Sebetulnya menyiapkan sendiri benih tomat yang baik tidaklah terlalu sukar. Caranya adalah sebagai berikut. 1. Buah tomat dipilih yang sehat, tidak cacat, dan matang penuh dari varietas yang unggul. Buah yang telah dipilih selanjutnya diperam selama tiga hari sampai warna buah berubah menjadi merah gelap dan lunak. Kemudian bijinya dikeluarkan bersama lendirnya. 2. Biji beserta lendir difermentasi selama 3 hari sampai lendir dan airnya terpisah dari biji. 3. Biji yang telah terpisah tadi segera dicuci dan dijemur selama kurang lebih 3 hari atau hingga kadar airnya kurang lebih 6%. 4. Biji yang telah kering dapat langsung disemai atau disimpan. Bila telah diperoleh, sebaiknya benih disemaikan dahulu sebelum ditanam pada bedengan yang tetap. Bedengan persemaian dibuat dengan ukuran lebar antara 0,8-1,2 m dengan panjang sekitar 2-3 m, dan tinggi sekitar 20-25 cm. Jarak antarbarisan adalah 5 cm. Bedengan yang telah dibentuk diberi pupuk kandang seminggu sebelum tanam sebanyak 5 kg per m2 dan pupuk Urea dua hari sebelum tanam sebanyak 30 g per m2. Setelah bedengan persemaian siap diolah, bibit tomat dapat segera disebar. Untuk satu ha pertanaman, benih yang dibutuhkan adalah sekitar 300 &#8211; 400 gram. Pada persemaian diberi lindungan yang dapat berupa atap rumbia atau pelepah pisang. Persemaian disiram setiap pagi dan sore. Bila bibit telah mencapai tinggi antara 7-10 cm, yaitu dalam waktu 2 minggu setelah disebar, bibit itu dapat segera dipindahkan ke tempat penyapihan. Penyapihan berguna untuk menyeleksi bibit yang bagus dan sebagai latihan hidup bagi tanaman muda. Tempat penyapihan dapat berupa polybag atau bumbung dari pelepah pisang. Bibit dibiarkan di tempat penyapihan sampai berumur 1 bulan dengan tinggi sekitar 15 cm dan telah berhelai daun 3 atau 4. Setelah itu, tanaman dapat dipindahkan ke tempat penanaman yang tetap. Penanaman Sebelum penanaman dilakukan, sebaiknya lahan disiapkan dahulu. Lahan yang telah dipilih segera diolah. Guna mencegah nematoda yang merugikan, kita dapat memberikan Nemagon sebagai fumigan tanah 2 atau 3 minggu sebelum tanam. Kemudian lahan itu dibuat bedengan dengan lebar antara 1,4-1,6 meter dan jarak antarbedengan sekitar 20 cm. Lubang penanaman segera dibuat di atas bedengan itu dengan luas sekitar 15-20 cm sedalam 70-80 cm. Agar tanah cukup subur, perlu ditambahkan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg untuk setiap lubang. Banyaknya pupuk kandang untuk 1 ha lahan adalah sekitar 20-30 ton. Lahan yang telah diolah sebaiknya didiamkan dahulu selama 1 bulan agar diperoleh cukup sinar matahari, kemudian barulah digunakan. Selanjutnya bibit yang telah disapih ditanam pada bedengan yang telah disiapkan dengan jarak antartanaman sekitar 50-60 cm. Setiap bedengan berisi dua baris tanaman. Sehingga setiap ha lahan dapat ditanami sebanyak 20.900-28.600 bibit.</p>
<p><strong>Pemeliharaan</strong></p>
<p>Penyiraman hanya perlu dilakukan apabila keadaan cuaca menjadi sangat panas. Cuaca panas menyebabkan tanah menjadi kering dan tanaman tidak cukup mendapat air tanah. Penyiraman harus dilakukan dengan hati-hati agar air siraman tidak mengenai daun dan buah tomat, tetapi hanya mengenai batang dan akar. Sebaliknya pada saat musim hujan, di sekitar lahan yang ditanami tomat, harus dibuatkan saluran drainase supaya air hujan dapat segera mengalir karena tomat paling tidak tahan genangan air. Jika tanaman telah mencapai tinggi 25 cm, harus dibuatkan tiang penahan. Untuk tomat yang tidak bercabang banyak, diperlukan lanjaran tegak setinggi sekitar 1,5 meter. Sedangkan untuk jenis tomat bercabang banyak, perlu dibuatkan lanjaran miring, pagar, atau para-para. Dua minggu setelah bibit ditanam, dilakukan penyiangan dan pendangiran. Kegiatan ini diulangi 3 minggu kemudian, yaitu saat tomat mulai berbunga. Penyiangan dan pendangiran harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak banyak akar yang terpotong. Akar yang terpotong dapat menyebabkan batang menjadi layu atau buah muda gugur. Tanaman tomat yang telah mempunyai lima dompolan buah harus dipotong pucuk batangnya dan tunas-tunasnya agar buah dapat menjadi besar dan cepat masak. Tinggalkan dua atau tiga tunas yang berada di samping atau di sebelah bawah dompolan buah yang kelima itu. Dompolan yang berdaun atau berbuah lebih perlu dipangkas dan dipetik agar tomat yang dikehendaki (lima dompolan) tidak terhalang pertumbuhannya. Pemupukan Selama pertumbuhan di bedengan penanaman, tanaman tomat perlu dipupuk dengan Urea, DS, dan ZK. Banyaknya pupuk setiap pohon 20 g dengan perbandingan 2:3:1 atau 100 kg Urea, 300 kg DS, dan 125 ZK setiap ha. Pemupukan dilakukan dua kali, yaitu saat penyiangan pertama (dua minggu setelah tanam) dan penyiangan kedua (setelah tomat berbuah satu atau tiga dompolan). Pupuk diberikan di sekeliling tanaman dengan jarak sekitar 5 cm dan dibenamkan ke tanah sedalam 1 &#8211; 2 cm.<br />
<strong><br />
Hama dan Penyakit</strong></p>
<p>Hama dan penyakit Ulat buah ULAT BUAH (Heliothis armigera) menyerang buah tomat sehingga berlubang-lubang. Pemberantasannya dilakukan dengan penyemprotan Bayrusil berkonsentrasi 0,2 %. NEMATODA Nematoda (Meloidogyna sp.) menyerang akar tanaman sehingga berbinti-bintil. Akibatnya tanaman akan menjadi lemah dan hasilnya menurun. Biasanya nematoda ini diberantas dengan Nemagon atau Nemacur, Dursban 20 EC sebanyak 10 cc/1 air, Hoarthanthion 40 EC sebanyak 55 cc/1 air. PENYAKIT TERKULAI Penyakit terkulai menyerang tanaman muda yang ada di persemaian. Gejala penyakit ini ditandai dengan busuknya leher akar sehingga tanaman muda mati terkulai. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Rizoctonia dan Pythium. Ia dapat dicegah dengan menggunakan Dithane-45 saat tanaman mulai disemai. PENYAKIT BUSUK DAUN ATAU CACAR Penyakit busuk daun atau cacar menyerang buah dan daun sehingga daun dan buah berwarna cokelat muda. Penyebab penyakit ini adalah cendawan Phytophtora infestans. untuk pemberantasan annya, dilakukan dengan cara tanaman yang terserang disemprot dengan bubur Bordo sekitar 1- 3 % atau Anthracol atau Dithane45 dengan konsentrasi 2 %.<br />
<strong><br />
Panen dan Pasca Panen</strong></p>
<p>Panen tomat dilakukan sesuai dengan tujuan pemasarannya sehingga perlu diperhitungkan lama perjalanan sampai di tujuan. Sebaiknya tomat berada di pasaran pada saat masak penuh, tetapi tidak terlalu masak atau busuk. Pada saat masak penuh itulah tomat memperlihatkan penampilannya yang terbaik. Jika tujuan pemasaran adalah pasar lokal yang jaraknya tidak begitu jauh, dapat ditempuh dalam beberapa jam, panen sebaiknya dilakukan sewaktu buah masih berwarna kekuning-kuningan. Sedangkan untuk pemasaran ke tempat yang jauh atau untuk di ekspor, buah sebaiknya dipetik sewaktu masih berwarna hijau, tetapi sudah tua benar. Atau 8-10 hari sebelum menjadi masak (berwarna merah). Umur petik tergantung varietas tomat yang ditanam dan kondisi tanaman. Umumnya buah tomat dapat dipanen pertama pada waktu berumur 2 atau 3 bulan setelah tanam. Panen dilakukan beberapa kali, yaitu antara 10-15 kali pemetikan buah dengan selang 2-3 hari sekali. Pemetikan dapat dilakukan pagi atau sore hari. Dan, diusahakan buah yang dipetik tidak jatuh atau terluka. Karena hal ini dapat menurunkan kualitas dan dapat menjadi sumber masuknya bibit penyakit.</p>
<p>http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=152&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/tomat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/tomat.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tomat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WORTEL</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/wortel/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/wortel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 03:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Sayuran ini sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vit. A karena memiliki kadar karotena (provitamin A). Selain itu, wortel juga mengandung vit. B, vit. C, sedikit vit. G, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/wortel/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=149&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Deskripsi<img class="alignright size-thumbnail wp-image-150" title="wortel" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/wortel.jpg?w=128&#038;h=150" alt="wortel" width="128" height="150" /></strong></p>
<p>Sayuran ini sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vit. A karena memiliki kadar karotena (provitamin A). Selain itu, wortel juga mengandung vit. B, vit. C, sedikit vit. G, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sosok tanamannya berupa rumput dan menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi. Mempunyai batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan, berkulit tipis, dan jika dimakan mentah terasa renyah dan agak manis.</p>
<p><strong>Manfaat</strong><br />
Untuk sayuran dan minuman (jus)</p>
<p><span id="more-149"></span><br />
<strong>Syarat Tumbuh</strong></p>
<p>Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin (22-24° C), lembap, dan cukup sinar matahari. Di Indonesia kondisi seperti itu biasanya terdapat di daerah berketinggian antara 1.200-1.500 m dpl. Sekarang wortel sudah dapat ditanam di daerah berketinggian 600 m dpl. Dianjurkan untuk menanam wortel pada tanah yang subur, gembur dan kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5. Tanah yang kurang subur masih dapat ditanami wortel asalkan dilakukan pemupukan intensif. Kebanyakan tanah dataran tinggi di Indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu dikapur, karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi.</p>
<p><strong>Pedoman Budidaya</strong></p>
<p>PENGOLAHAN TANAH Tanah yang akan ditanami wortel diolah sedalam 30-40 cm. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah cukup subur. Bila tanah termasuk miskin unsur hara dapat ditambahkan pupuk urea 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCl 30 kg/ha. Selanjutnya dibuatkan bedengan selebar 1,5-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedengan di tanah kering adalah 15 cm, sedangkan untuk tanah yang terendam, tinggi bedengan dapat lebih tinggi lagi. Di antara bedengan perlu dibuatkan parit selebar sekitar 25 cm untuk memudahkan penanaman dan pemeliharaan tanaman. PENANAMAN Kebutuhan benih wortel adalah 15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. Benih wortel yang baik dapat dibeli di toko-toko tanaman atau membenihkan sendiri dari tanaman yang tua. Jika membeli, pilihlah benih yang telah bersertifikat. Benih wortel dapat langsung disebarkan tanpa disemai dahulu. Sebelumnya, benih direndam dalam air sekitar 12-24 jam untuk membantu proses pertumbuhan. Kemudian, benih dicampur dengan sedikit pasir, lalu digosok-gosokkan agar benih mudah disebar dan tidak melekat satu sama lain. Benih ditabur di sepanjang alur dalam bedengan dengan bantuan alat penugal, lalu benih ditutupi tanah tipis-tipis. Berikutnya, bedengan segera ditutup dengan jerami atau daun pisang untuk menjaga agar benih tidak hanyut oleh air. Jika tanaman telah tumbuh (antara 10-14 hari), jerami atau daun pisang segera diangkat.<br />
<strong><br />
Pemeliharaan</strong></p>
<p>Setelah tanaman tumbuh segera dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan pertama adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari jika udara sangat kering. Cara pemberian air yang lain ialah dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan. Cara seperti ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Tanaman yang telah tumbuh harus segera diseleksi. Caranya cabutlah tanaman yang lemah atau kering, tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan yang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5- 10 cm. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu berupa 50 kg Urea/ha, disusul pemberian kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarak sekitar 5 cm dari alur tanaman. Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung.<br />
<strong><br />
Hama dan Penyakit</strong></p>
<p>Ada beberapa hama yang penting diketahui karena sering menyerang tanaman wortel di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. Manggot-manggot (Psila rosae) Umbi wortel yang terserang memperlihatkan gejala kerusakan (berlubang dan membusuk) akibat gigitan pada umbi. Penyebab kerusakan ini adalah sejenis lalat wortel yang disebut manggot-manggot (Psila rosae). Periode aktif perusakan adalah saat larva lalat ini memakan umbi selama 5-7 minggu sebelum berubah menjadi kepompong. Umbi yang telah terserang tidak dapat di perbaiki, sebaiknya dicabut dan dibuang. Pencegahannya, saat tanaman wortel masih muda disiram dengan larutan Polydo120 g dicampur air sebanyak 100 liter. Untuk lebih meyakinkan hasilnya, pemberian Polydol diulangi lagi 10 hari kemudian. Semiaphis dauci Serangan hama ini ditandai dengan terhentinya pertumbuhan, tanaman menjadi kerdil, daun-daun menjadi keriting, dan dapat menyebabkan kematian. Hama ini umumnya menyerang tanaman muda sehingga menyebabkan kerugian besar. Hama perusak ini adalah serangga berwarna abu-abu bernama Semiaphis dauci. Pemberantasan dan pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan Polydol 20 g dicampur air 100 liter. Atau dapat pula menggunakan Metasyttox 50 g dicampur air 100 liter. Penyakit Penyakit tanaman wortel yang dianggap penting antara lain sebagai berikut. Bercak daun cercospora Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak bulat atau memanjang yang banyak terdapat di pinggir daun sehingga daun mengeriting karena bagian yang terserang tidak sama pertumbuhannya dibanding bagian yang sehat. Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora carotae (Pass). Penyebarannya dibantu oleh angin. Bagian tanaman yang lebih dahulu terserang adalah daun muda. Pengendaliannya dengan menanam biji yang sehat, menjaga sanitasi, tanaman yang telah terserang dicabut dan dipendam, serta pergiliran tanaman. Cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung zineb dan maneb, yaitu Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. Busuk hitam (hawar daun) Gejala penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua sampai hitam bertepi kuning pada daun. Bercak dapat membesar dan bersatu sehingga mematikan daun-daun (menghitam). Tangkai daun yang terinfeksi menyebabkan terjadinya bercak memanjang berwarna seperti karat. Gejala pada akar baru tampak setelah umbi akar disimpan. Pada akar timbul bercak berbentuk bulat dan tidak teratur, agak mengendap dengan kedalaman sekitar 3 mm. Jaringan yang busuk berwarna hitam kehijauan sampai hitam kelam. Terkadang timbul pula kapang kehitaman pada permukaan bagian yang busuk. Penyebab penyakit ini adalah jamur Alternaria dauci yang semula disebut Macrosporium carotae. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman, sanitasi, penanaman benih yang sehat, dan membersihkan tanaman yang telah terserang (dicabut dan dipendam atau dibakar). Dapat juga digunakan fungisida, misalnya Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha.</p>
<p><strong>Panen dan Pasca Panen</strong></p>
<p>Wortel dapat dipanen setelah 100 hari tergantung dari jenisnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) sehingga tidak disukai konsumen. Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan.</p>
<p>http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=149&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/wortel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/wortel.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">wortel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOL BUNGA</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/kol-bunga/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/kol-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 03:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Kol bunga atau sering disebut kubis bunga merupakan salah satu anggota famili kubis dengan nama latin Brassica oleracea botrytis L. subvar. cauliflora DC. Sesuai namanya, bagian yang dimanfaatkan memang bunganya yang tersusun dari rangkaian bunga kecil bertangkai pendek, berwarna &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/kol-bunga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=144&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong>Deskripsi<img class="alignright size-thumbnail wp-image-145" title="kol_bunga" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kol_bunga.jpg?w=140&#038;h=150" alt="kol_bunga" width="140" height="150" /></strong></p>
<p>Kol bunga atau sering disebut kubis bunga merupakan salah satu anggota famili kubis dengan nama latin Brassica oleracea botrytis L. subvar. cauliflora DC. Sesuai namanya, bagian yang dimanfaatkan memang bunganya yang tersusun dari rangkaian bunga kecil bertangkai pendek, berwarna putih atau kuning (tergantung jenis), padat, dan berdaging tebal. Budidayanya memerlukan lebih banyak perhatian sehingga tidak banyak petani yang menanamnya.</p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<p>Sayuran ini dapat digunakan untuk berbagai masakan dan rasanya pun disukai masyarakat.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-144"></span><br />
<strong>Syarat Tumbuh</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kubis bunga membutuhkan tanah yang subur dan cukup mendapat air, tetapi tidak tergenang. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah loam berpasir dan ber-pH antara 5,5-6,5. Selain itu, kubis bunga menyukai daerah yang bersuhu antara 20-25°C. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bunganya terganggu. Sedangkan suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangannya adalah 17°C.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pedoman Budidaya</strong></p>
<p style="text-align:left;">PENGOLAHAN LAHAN Tanah yang akan ditanami kol bunga diolah sedalam 1020 cm karena perakarannya dangkal. Agar kesuburannya terjamin, tanah perlu dipupuk dengan pupuk kandang yang telah matang berdosis 5 kg/m2. Kemudian, tanah dibiarkan selama 7-10 hari agar cukup mendapatkan sinar matahari, lalu dicangkul untuk kedua kalinya. Selanjutnya dibuat bedengan berukuran lebar sekitar 120 cm dan panjang sekitar 300 cm. Di antara bedengan dibuat parit, selebar 30 cm, dan saluran drainase. Setelah itu, tanah siap ditanami. PERSEMAIAN Benih kol bunga perlu disemai sebelum ditanam. Caranya, benih ditabur dalam barisan yang teratur di bedeng persemaian. Jarak antarbarisan sekitar 10 cm. Setelah ditabur, benih segera ditutup tipis dengan tanah. Pada hari ke-12 biji yang tumbuh baik segera disapih dengan jarak (10 x 10) cm. Tindakan ini bertujuan agar pertumbuhan bibit menjadi baik sekaligus merupakan seleksi karena benih yang jelek (tidak tumbuh) langsung dibersihkan (dibuang). Bibit berada dipersemaian hingga berumur sekitar enam minggu atau sudah berdaun 5-6 helai. PENANAMAN Kol bunga membutuhkan banyak air terutama pada masa pertumbuhannya. Oleh karena itu, penanaman sebaiknya dilakukan pada permulaan musim hujan. Penanaman pada musim kemarau dapat dilakukan asal penyiramannya intensif. Bibit yang telah disemai ditanam di bedeng penanaman dengan jarak dalam barisan antara 45-55 cm dan jarak antar-barisan kira-kira 60-70 cm. Waktu penanaman sebaiknya dipilih sore hari agar bibit yang baru ditanam tidak langsung terkena sinar matahari, terlebih sinar yang terik.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pemeliharaan</strong></p>
<p style="text-align:left;">Penyiraman pada bunga kol sangat penting guna mendapatkan hasil yang optimal. Sekurang-kurangnya dilakukan satu kali penyiraman setiap hari (kecuali turun hujan). Jika penanaman dilakukan di akhir musim hujan, maka masa pertumbuhannya terdapat di awal musim kemarau. Pada saat seperti itu penyiraman perlu ditingkatkan menjadi dua kali sehari agar tanaman tidak kekeringan. Setelah berumur dua minggu, tanaman dibersihkan dari gulma dan rumput liar serta dilakukan pendangiran. Pendangiran tidak perlu terlalu dalam karena dapat merusak akarnya. Pekerjaan ini diulangi pada waktu tanaman berumur 2 bulan. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemberian pupuk terutama bagi tanah yang tidak terlalu subur. Bagi tanah yang subur, pemberian pupuk cukup pada saat pengolahan tanah. Pemupukan susulan dilakukan dua kali, yaitu saat tanaman berumur 2 minggu dan ketika tanaman berumur 2 bulan (saat pembentukan bunga), dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Pupuk yang diberikan harus mengandung NPK, yaitu urea 225 kg, DS 500 kg, clan ZK 170 kg untuk 1 ha lahan. Selain pemeliharaan di atas, masih ada yang harus dilakukan jika tanaman mulai berbunga. Bunga muda tidak tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Karena itu, perlu dilindungi dengan melipat daun-daun di tepi pucuk ke arah bunga. Bila hal ini tidak dilakukan, biasanya bunga menjadi berbintik-bintik cokelat.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Hama dan Penyakit</strong></p>
<p style="text-align:left;">Hama dan penyakit yang menyerang kol bunga sama seperti pada famili kubis lainnya, begitu pula cara pemberantasannya. Di sini akan diterangkan gangguan fisiologis penting pada kol bunga. EKOR CAMBUK: Gejala gangguannya adalah bentuk daun kol bunga menjadi tidak teratur dan akhirnya menjadi seperti ekor cambuk karena sebagian besar daunnya hanya terdiri dari daun tengah dengan sedikit helaian daun. Umumnya kepala bunga yang terbentuk tidak dapat dijual karena pertumbuhannya terganggu akibat dari perubahan titik tumbuh. Gejala ekor cambuk biasanya disebabkan oleh tanah yang terlalu asam. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan pemberian kapur pada waktu pengolahan tanah. Dapat pula tanaman di persemaian disemprot dengan 0,372 g natrium molibdat/m² dua minggu sebelum tanaman dipindah ke lahan untuk ditanam. BERCAK COKELAT: Gejala pertama, pada sebagian atau beberapa bagian kepala bunga terlihat seperti ada noda air. Terkadang noda tersebut mengering atau mengeras, namun jika keadaan lembap sering menjadi busuk. Sebelum kepala bunga muncul, bagian tepi daun tengah sering berubah menjadi muda dan akhirnya mati. Kepala bunga yang terserang lama-kelamaan berubah warna menjadi cokelat karat dan rasanya menjadi pahit. Penyebab gangguan ini adalah kurangnya unsur boron. Pencegahannya dapat dilakukan dengan penambahan borax. Dalam pemberian borax perlu diperhatikan sifat tanah, reaksi tanah, dan besarnya kekurangan boron. Pada tanah asam dapat diberi 1117 kg NaB4O7.10H2O/ha. Sedangkan pada tanah netral atau alkalis pemberian boron perlu dicoba terlebih dahulu dalam dosis yang kecil karena kelebihan boron juga akan meracuni tanaman. Kepala bunga mengecil Gangguan ditandai dengan terjadinya kepala bunga yang kecil dan sejak muncul sudah tidak tertutup daun karena daunnya juga kecil. Penyebabnya diduga karena kekurangan nitrogen, penanaman terlalu rapat, atau karena pemindahan dari persemaian ke lahan terlalu tua. Pencegahannya dapat dengan menambahkan kadar nitrogen saat pemupukan, menjarangkan tanaman, atau pemindahan tanaman dari persemaian ke lahan penanaman dilakukan setepat mungkin.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Panen dan Pasca Panen</strong></p>
<p style="text-align:left;">Umur panen tergantung varietasnya, namun rata-rata kol bunga dapat dipanen setelah 55-60 hari sejak tanam atau 2-3 hari sesudah penutupan bunga. Pada saat dipanen kepala bunga harus mencapai besar maksimal (tergantung varietasnya) dan warnanya belum berubah. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari untuk menghasilkan kepala bunga yang segar karena masih terdapat sisa embun. Panen yang dilakukan sore hari akan menghasilkan kepala bunga yang kering akibat terkena sinar matahari. Cara panennya, kepala bunga dipotong beserta daunnya, terutama daun penutup bunga. Setelah dipanen, kepala bunga segera dibawa ke tempat yang teduh untuk menghindari sinar matahari langsung yang dapat mengakibatkan perubahan warna menjadi kuning pucat sampai cokelat kehitaman. Kol bunga yang telah dipanen sebaiknya segera dipasarkan karena mudah rusak dan menurun kesegarannya. Apabila kol bunga akan disimpan, sebaiknya dimasukkan dalam ruang pendingin bersuhu 0° C. Dalam ruang pendingin ini kes:garannya dapat dipertahankan hingga 30 hari. Ruang pendingin bersuhu kurang dari 5° C hanya dapat mempertahankan kesegaran kurang dari 12 hari.</p>
<p style="text-align:left;">http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=144&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/07/kol-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kol_bunga.jpg?w=140" medium="image">
			<media:title type="html">kol_bunga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memetik Manfaat Kentang</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/memetik-manfaat-kentang/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/memetik-manfaat-kentang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 14:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=143&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=143&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/memetik-manfaat-kentang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kentang : Sumber Vitamin C dan Pencegah Hipertensi</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang-sumber-vitamin-c-dan-pencegah-hipertensi/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang-sumber-vitamin-c-dan-pencegah-hipertensi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 14:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Kentang : Sumber Vitamin C dan Pencegah Hipertensi Gizi.net &#8211; Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi. Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang-sumber-vitamin-c-dan-pencegah-hipertensi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=140&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;"> <strong>Kentang : Sumber Vitamin C dan Pencegah Hipertensi</strong></span><br />
<span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;"> <strong><span style="color:#ff0000;">Gizi.net &#8211; </span></strong> Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi.</p>
<p>Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat dibuat minuman yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid.</p>
<p>Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu. </span><span id="more-140"></span><br />
Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi.</p>
<p>Tanaman kentang (Solanum tuberosum Linn.) berasal dari daerah subtropika, yaitu dataran tinggi Andes Amerika Utara. Daerah yang cocok untuk budi daya kentang adalah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata harian 18-21oC, serta kelembaban udara 80-90 persen.</p>
<p>Dibandingkan dengan produksi kentang di Eropa yang rata-ratanya mencapai 25,5 ton per hektar, produksi kentang di Indonesia masih sangat rendah. Rata-rata hanya 9,4 ton per hektar.</p>
<p>Rendahnya hasil tersebut terkait dengan mutu benih yang kurang baik (misalnya terinfeksi virus), teknologi bercocok tanam yang belum memadai, serta iklim yang kurang mendukung. Penanganan pascapanen yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan umbi kentang sebesar 2-10 persen serta menimbulkan bagian terbuang sekitar 10 persen.</p>
<p>Cukup 200 Gram<br />
Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang menyebabkan kentang segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut.</p>
<p>Pati kentang mengandung amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3. Dari tepung dan pati kentang, selanjutnya dihasilkan berbagai produk pangan olahan dengan beragam citarasa yang enak dan penampilan menarik.</p>
<p>Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal.</p>
<p>Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik.</p>
<p>Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan vitamin C.<br />
Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin).</p>
<p>Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.</p>
<p>Pencegah Hipertensi<br />
Kentang juga merupakan sumber yang baik akan berbagai mineral, seperti kalsium (Ca), fosfor (P), besi (Fe) dan kalium (K), masing-masing 26,0; 49,0; 1,1; dan 449 mg/100 g. Di lain pihak, kandungan natriumnya sangat rendah, yaitu 0,4 mg/100 g.</p>
<p>Rasio kalium terhadap natrium yang tinggi pada kentang sangat menguntungkan bagi kesehatan, khususnya terhadap pencegahan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Sebagaimana diketahui, bahwa konsumsi natrium (sodium) yang berlebih (dapat berasal dari garam dapur, monosodium glutamat/MSG, sodium bikarbonat) merupakan salah satu pencetus hipertensi. Di lain pihak, konsumsi kalium yang tinggi memberikan efek yang berlawanan, yaitu menurunkan tekanan darah.</p>
<p>Rasio natrium terhadap kalium yang paling ideal adalah 1:1. Konsumsi harian kita terhadap natrium yang berlebih (akibat membudayanya pemakaian MSG pada berbagai masakan), perlu diimbangi dengan konsumsi kalium yang tinggi.</p>
<p>Kentang merupakan bahan pangan yang sangat kaya kalium (449 mg/100 g). Selain kentang, bahan lain yang cukup kaya kalium adalah tomat dan pisang.</p>
<p>Rasio natrium terhadap kalium pada kentang dan tomat segar adalah sangat rendah, masing-masing 1:1100 dan 1:100. Pengolahan kentang menjadi kentang panggang (baked potato) akan menurunkan rasio tersebut menjadi 1:100, selanjutnya rasionya menurun lagi menjadi 9:10 pada pembuatan keripik (potato chips) dan menjadi 1,7:1 pada pembuatan salad kentang (potatao salad).</p>
<p>Penurunan rasio natrium terhadap kalium tersebut semata-mata akibat penggunaan garam NaCl atau penyedap MSG yang berlebihan. Dengan kata lain, proses pengolahan pangan dengan penambahan garam dapur dan MSG telah mengubah bahan pangan yang tadinya menyehatkan, menjadi makanan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.</p>
<p>Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB &#8211; sumber : Kompas Cyber Media &#8211; Senior<br />
Jumat, 14 Mei 2004</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=140&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang-sumber-vitamin-c-dan-pencegah-hipertensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kentang</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 05:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Kentang merupakan tanaman dikotil yang bersifat semusim dan berbentuk semak/herba. Batangnya yang berada di atas permukaan tanah ada yang berwarna hijau, kemerah-merahan, atau ungu tua. Akan tetapi, warna batang ini juga dipengaruhi oleh umur tanaman dan keadaan lingkungan. Pada &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=130&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Deskripsi<img class="alignright size-thumbnail wp-image-134" title="kentang" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kentang.jpg?w=142&#038;h=150" alt="kentang" width="142" height="150" /><img class="alignright size-thumbnail wp-image-134" title="kentang" src="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kentang.jpg?w=142&#038;h=150" alt="kentang" width="142" height="150" /></strong></p>
<p>Kentang merupakan tanaman dikotil yang bersifat semusim dan berbentuk semak/herba. Batangnya yang berada di atas permukaan tanah ada yang berwarna hijau, kemerah-merahan, atau ungu tua. Akan tetapi, warna batang ini juga dipengaruhi oleh umur tanaman dan keadaan lingkungan. Pada kesuburan tanah yang lebih baik atau lebih kering, biasanya warna batang tanaman yang lebih tua akan lebih menyolok. Bagian bawah batangnya bisa berkayu. Sedangkan batang tanaman muda tidak berkayu sehingga tidak terlalu kuat dan mudah roboh.</p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<p>Kentang sangat digemari hampir semua orang. Bahkan di beberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan pokok. Selain itu, kentang juga banyak mengandung vitamin B, vitamin C, dan sejumlah vitamin A. Sebagai sumber karbohidrat yang penting, di Indonesia, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah.<br />
<span id="more-130"></span><br />
<strong>Syarat Tumbuh</strong></p>
<p>Kentang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik bila ditanam pada kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Keadaan iklim dan tanah merupakan hal penting yang perlu diperhatikan, di samping faktor penunjang lainnya. Kentang dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi antara 500-3.000 m dpl. Dan, yang terbaik adalah pada ketinggian 1.300 m dpl dengan suhu relatif sekitar 20°C. Selain, itu daerah dengan curah hujan 200-300 mm setiap bulan atau 1.000 mm selama masa pertumbuhan kentang merupakan daerah yang baik untuk pertumbuhan kentang. Tanah yang baik untuk kentang adalah tanah yang subur, dalam, drainase baik, dan pH antara 5-6,5. Pada tanah yang pHnya rendah, akan dihasilkan kentang yang mutunya jelek.<br />
<strong>Pedoman Budidaya</strong></p>
<p>Kentang dikembangbiakkan dengan umbi. Umbi yang baik untuk ditanam adalah umbi yang telah bertunas sehingga perlu diadakan penunasan. Penunasan berarti menumbuhkan sejumlah tunas yang sehat dari umbi bibit beberapa minggu sebelum ditanam sehingga diperoleh tanaman yang seragam. Penunasan dilakukan sekitar 2 bulan menjelang tanam pada rak-rak penumbuh berukuran 60 x 40 x 10 cm dengan kaki 7,5 cm. Rak-rak penumbuh ini disusun bertingkat. Banyaknya rak tergantung dari umbi yang akan ditunaskan. Rak itu diletakkan di tempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Apabila menggunakan sinar matahari langsung, suhu tidak boleh terlampau tinggi. Dan, setelah tunas-tunas kecil keluar, bibit harus dipindahkan ke tempat yang lebih dingin (6-12° C). Untuk setiap hektar, kentang varietas Granola, membutuhkan 1.500-2.000 kg bibit. Sambil menunggu umbi bertunas, dilakukan pengolahan tanah. Tanah dibajak atau dicangkul, kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu untuk memperbaiki keadaan tata udara tanah. Selanjutnya tanah diratakan, diikuti dengan pembersihan rerumputan liar. Setelah itu pada tanah itu dibuatkan garitan-garitan sedalam 5- 10 cm. Jarak antargaritan biasanya disesuaikan dengan jarak tanam yang akan digunakan. Sedangkan jarak tanam yang digunakan tergantung pada jenis kentang yang akan diusahakan. Penanaman dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang. Untuk setiap hektar, diperlukan sekitar 20 ton pupuk kandang, 500 kg Urea, 300 kg TSP, dan 200 kg KCI. Pupuk ini diletakkan di antara umbi-umbi di dalam garitan yang selanjutnya ditimbun dengan tanah. Bibit kentang akan tumbuh di atas tanah ± 10 hari kemudian.<br />
<strong>Pemeliharaan</strong></p>
<p>Setelah tanaman berumur sebulan, tanaman mulai didangir dan dibumbun. Pembumbunan ini penting untuk mencegah agar umbi kentang yang terbentuk tidak terkena sinar matahari.<br />
<strong>Hama dan Penyakit</strong></p>
<p>Hama yang sering menyerang tanaman kentang antara lain sebagai berikut. Aphids atau kutu daun Aphids (Myzus persicae Sulz., Aphis gossypii Glov., dan A. spiraecola Patch.) ini dapat menularkan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pengendaliannya dapat dengan menggunakan insektisida sistemik seperti Furadan 3 G (80 kg/ha), atau dengan Desis 2,5 EC (0,04%), Tamaran 200 LC (0,2 %), dan Hostatron 40 EC (0,2 %). Wereng kentang Wereng kentang (Empoasca fabae Harr.) dapat menyebabkan kerusakan pada daun kentang. Selain itu, sambil memakan daun hama ini menyuntikkan zat beracun hytotoximia sehingga menimbulkan kerusakan pada daun seperti terbakar. Yang biasa menyerang kentang adalah nimfa dan serangga dewasa. Serangga dewasa berwarna hijau kekuning-kuningan dan panjangnya 2,35-2,65 mm. Pengendaliannya sama seperti pada aphids. Thrips Thrips (Thrips palmy Karny) adalah hama yang kecil sekali, sulit dilihat dengan mata telanjang. Hama ini berkembang biak secara partenogenesis (telur dapat menetas tanpa dibuahi). Thrips menimbulkan kerusakan karena ia mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi keperakan. Serangan yang berat dapat terjadi pada cuaca kering dan dapat mengakibatkan semua daun mengering lalu mati. Pemberantasannya dapat dengan meng- gunakan Orthene 75 SP (0,1 %), Tamaron 200 LC (0,2 %), atau Bayrusi1250 EC (0,2 %). Kumbang kentang Larva dan serangga dewasa kumbang kentang (Ephilachna sparsa forma vigintioctopunctata Boisd.) memakan jaringan daun sehingga yang tinggal hanyalah tulang-tulang daun dan lapisan epidermis. Serangga dewasa panjangnya sekitar 1 cm, berwarna merah, dan berbintik-bintik hitam. Pemberantasannya sama seperti hama thrips. Penggerek umbi kentang Penggerek umbi kentang (Phthorimaea operculella Zell.) merusak umbi kentang di dalam gudang dan memakan daun kentang di lapangan. Gejala serangannya adalah daun berwarna merah tua dan tampak adanya jalinan seperti benang yang membungkus ulat kecil berwarna kelabu. Biasanya daun menggulung karena larvanya bersembunyi di dalamnya. Sedangkan gejala serangan pada umbi di dalam gudang adalah tampak adanya kotoran yang berwarna cokelat tua pada kulit umbi. Apabila umbi dibelah, akan tampak lubang-lubang atau alur-alur. Pemberantasannya di lapanb an adalah dengan menyemprotkan Tamaron 200 LC (0,2010) atau Orthene 75 SP (0,1 %). Sedangkan pemberantasannya di gudang adalah dengan menggunakan Sevin 5 D sebanyak 1,5 kg/ton kentang, atau dengan menaburkan serbuk daun Lantana camara yang telah dikeringkan setebal 2 cm pada umbi kentang. Penyakit Penyakit yang sering menyerang pertanaman kentang antara lain sebagai berikut. Bercak kering Gejala serangannya adalah mula-mula tampak berupa bercak kecil pada daun-daun bawah, kemudian berkembang. Bercak ini berwarna cokelat dengan tanda khas berupa lingkaran-lingkaran. Serangan dapat dijumpai pada tangkai daun, batang, bahkan umbi. Pada tangkai daun dan batang, gejala serangannya berupa bercak cokelat yang memanjang. Sedangkan pada umbi, bercaknya agak melekuk, pinggirannya menonjol bulat, dan dalamnya sekitar 0,3 cm. Penyebab penyakit ini adalah jamur Altenaria solani. Penyakit ini dapat dicegah dengan Dithane M-45, Blitox-50, dan Antracol. Busuk daun Gejala serangan tampak dengan adanya bercak basah bertepi tidak teratur pada tepi daun atau tengahnya. Bercak ini kemudian melebar dan terbentuklah daerah nekrotik berwarna cokelat. Di sekitar daerah itu, terdapat bagian yang berwarna hijau kelabu yang dihasilkan oleh massa sporangium yang tampak berwarna putih. Serangan juga dapat terjadi pada tangkai daun atau tangkai anak daun dengan warna cokelat, melingkar, agak mengendap, dan dapat menimbulkan defoliasi. Penyakit busuk daun ini disebabkan oleh Phytophthora infestans, yang umumnya dijumpai pada tanaman kentang yang berumur 5-6 minggu ke atas. Untuk pengendaliannya sebaiknya kita menggunakan varietas yang tahan atau penggunaan fungisida yang telah diizinkan pemakaiannnya. Penyakit tanaman kentang lainnya adalah penyakit layu fusarium, kanker batang, dan penyakit kudis.<br />
<strong>Panen dan Pasca Panen</strong></p>
<p>Umur panen kentang berbeda menurut jenisnya, tetapi umumnya dipanen saat berumur 3-4 bulan setelah tanam. Setelah panen, sebaiknya kentang dipungut seminggu setelah daun dan ujung batangnya kering. Bila belum kering, mutu umbinya akan rendah dan kulitnya akan lecet sehingga tidak bisa dijadikan bibit. Penggalian untuk memungut umbi harus berhati-hati jangan sampai umbinya terluka kena cangkul atau alat penggali lainnya.</p>
<p>http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=130&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/06/kentang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kentang.jpg?w=142" medium="image">
			<media:title type="html">kentang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foodnature.files.wordpress.com/2009/05/kentang.jpg?w=142" medium="image">
			<media:title type="html">kentang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Orang Bijak</title>
		<link>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/02/kata-orang-bijak/</link>
		<comments>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/02/kata-orang-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 17:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foodnature</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://foodnature.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[YANG CEPAT ITU WAKTU YANG DEKAT ITU MAUT YANG BESAR ITU NAFSU YANG BERAT ITU AMANAH YANG SULIT ITU IKHLAS YANG MUDAH ITU DOSA YANG ABADI ITU AMAL KEBAJIKAN YANG AKAN DITANYA ITU AMAL PERBUATAN YANG AKAN DIPERIKSA ITU APA &#8230; <a href="http://foodnature.wordpress.com/2009/05/02/kata-orang-bijak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=121&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul style="text-align:center;">
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG CEPAT ITU WAKTU</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG DEKAT ITU MAUT</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG BESAR ITU NAFSU</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG BERAT ITU AMANAH</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG SULIT ITU IKHLAS</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG MUDAH ITU DOSA</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG ABADI ITU AMAL KEBAJIKAN</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG AKAN DITANYA ITU AMAL PERBUATAN</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>YANG AKAN DIPERIKSA ITU APA YANG KITA MILIKI</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>AKAN TETAPI YANG TERINDAH ITU&#8230;</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>JIKA KITA MAU DAN SALING MENASIHATI</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>DENGAN HAK DAN KESABARAN</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>ITULAH MANUSIA MUKAMMIL,</strong></span></li>
<li><span style="color:#333399;"><strong>MANUSIA PARIPURNA. WALLAHU A&#8217;LAM<br />
</strong></span></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/foodnature.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/foodnature.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=foodnature.wordpress.com&amp;blog=7350805&amp;post=121&amp;subd=foodnature&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://foodnature.wordpress.com/2009/05/02/kata-orang-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4551405fb9384aeab60a1494cd7fcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">foodnature</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
